Krisis Selat Hormuz 2026: Mengapa Jalur Sempit Ini Bisa Memukul Ekonomi dan Pasokan Energi Global?
Penutupan dan ketegangan militer di Selat Hormuz 2026 berdampak besar pada pasokan minyak dunia, biaya logistik maritim, hingga inflasi energi. Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman ini bukan sekadar kawasan perairan biasa, melainkan urat nadi utama dalam sistem distribusi energi global. Ketika dinamika keamanan di kawasan ini memanas dan arus lalu lintas kapal tanker mengalami gangguan signifikan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di Timur Tengah, tetapi memicu efek domino ke perekonomian global. Mengapa Selat Hormuz Begitu Krusial? Secara geografis, Selat Hormuz memiliki lebar terkecil hanya sekitar 39 kilometer. Namun, di balik ukurannya yang relatif sempit, perairan ini merupakan salah satu maritime chokepoint paling vital di dunia. Volume Perdagangan Energi: Dalam kondisi normal, sekitar 20% dari total konsumsi minyak mentah dan Liquefied Natural Gas (LNG) dunia diangkut melewati ...